Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ruang Inspirasi-Ku

Keindahan lembayung senja terlihat jelas di hadapan, saat deburan ombak dan hembusan sang bayu mulai beranjak meniup basahnya keringat raga, tak ada kata yang dapat terucap, demikian hingga tak lagi tampak lembayung senja di hadapan. Berjalan tanpa arah dan sendiri, mengitari dunia yang perlahan mulai memperlihatkan cahaya buatannya. Sejenak mata memandang sekeliling, “bosan” itu kata yang terlintas. 

Hanya satu yang dapat di lakukan kini.. Kembali ke peristirahatan duniawi. Rumah. Tempat dimana kekesalan, kesedihan, serta tawa kebahagiaan pernah terjadi di sini. Rumah terindah saat adanya orang-orang yang berbahagia karena kesenangan nurani. Rumah duka ketika melihat betapa besar kesedihan yang di alami sejak orang-orang mulai tiada disana. Rumah suram yang merasakan ketidak-harmonisan orang-orang.
 
Terduduk letih memandang kosong sudut hampa itu. Kembali ia termenung, mengingat apa yang terjadi. Berkali-kali ia mencoba menghilangkan kenangan suram itu dari pikirannya, namun begitu banyak kenangan di rumah itu. Begitu sulit untuk melupakannya. Dilihatnya tanaman bunga mawar yang ia sayangi. Masih pada tempatnya, sendiri, terlihat sedih namun berusaha untuk tumbuh sempurna. “sepertiku” benaknya.
 
Di bawanya mawar itu ke ruang inspirasinya. Ruang yang sejak dulu selalu menjadi saksi bisu setiap kelakuannya. Kamarnya. Ya, kamarnya-lah yang memberinya insipirasi kehidupan, selalu menenangkannya. Di taruhnya mawar itu di mejanya.
 
Berjalan menuju balkon kamarnya. Menatap miris setiap bintang yang ada di hadapannya. Bilakah ia tidak sendiri kini, mungkin ia tak akan mengingat perih ini. Perih saat melihat langit malam yang benar-benar indah untuk di kagumi, bersama bulan. Adalah kenangan terindahnya ketika melihat benda-benda angkasa malam itu. Laksana embun pagi yang dingin, angin malam itu juga membuat raga dan hatinya bertambah dingin. Kembali ia ke dalam kamarnya, ruang bisu tempat inspirasinya. Di bukanya satu buku catatan inspirasinya, lalu dituliskan-nya
 
Bukan debur ombak
Bila aku masih dapat berdiri tegak

Bukan pasir hisap
Bila aku tak terperangkap
 
Bukan cahaya buatan
Bila aku masih dapat melihat samar di sudut kegelapan
Meski seribu bintang mengikatku
Dan meski satu bulan menimpaku
 
Biarkanlah mawar tetap menemaniku
Untuk mengingatkanku
Agar aku tetap bertahan dengan segala anugerahmu..
Tuhanku..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

^^ jangan lupa komentar dan sarannyaa,,
komentar dan saran apa aja asalkan sopan ^ _ ^